Hmmm,,,sepertinya ini judul terpanjang yang pernah saya tulis. Tapi, memang sore ini saya sempat terbengong-bengong membaca artikel di Primair Online dengan judul “Kemesraan” Pilot & Pramugari Batavia Air Berujung Pengadilan. Ooouucchh,,catchy title ^^

Salah seorang penumpang Batavia Air pada penerbangan Jakarta menuju Balikpapan melalui Semarang menggugat maskapai penerbangan Batavia Air karena ia berpendapat bahwa ia mendapati pilot dan pramugari pada penerbangan tersebut bermesraan saat penerbangan berlangsung sehingga dapat membahayakan keselamatan penumpang. Selain itu, penumpang tersebut juga menggugat pilot tersebut, Departemen Perhubungan, dan KNKT (Komite Nasional Keselamatan Transportasi). Pihak Batavia Air sendiri membantah dasar gugatan dengan alasan bahwa kemesraan yang disebutkan oleh penumpang tersebut tidak kuat karena pilot hanya menyapa pramugari saat pilot tersebut keluar dari kamar mandi karena buang air kecil, dan saat itu kopilot ada di kokpit sehingga tidak mungkin terjadi kecelakaan.

Well, hasilnya bagaimana silahkan kita ikuti perkembangan dari kasus tersebut. Tapi yang pasti, gugatan ini membuktikan bahwa tingkat awareness dari konsumen terhadap suatu hal (dalam hal ini adalah penumpang pesawat terbang) sudah lebih meningkat di negeri kita tercinta ini. Mudah-mudahan awareness akan semua hal juga seimbang terjadi di semua lini kehidupan kita; dengan penuh kesadaran dan tanggung jawab tentunya. Dengan demikian, diharapkan terjadi peningkatan kesejahteraan pada seluruh lapisan masyarakat…amin.

Semogahariiniindah ^_^

What a Blue Evening

Do not think that what I mean about blue evening means I feel blue or not in the mood in this evening. This is just what I say to express the colour of the sky this evening. The sky is so blue,,,so beautiful. Well, so others maybe it’s not too beautiful, but because I rarely look at the sky at the evening, the sky in this evening is catching my view.

Maybe, we’re –who life in the city– usually too busy with works or other activities. We rarely pay attention to little things such as the color of the sky, the activities people do at the street, or other things like that.

I think enough for now, time to go home and take a rest before starting another day tomorrow.

Semogahariiniindah ^_^

Teman-teman dan kakak-kakak pasti belakangan sudah sangat terbiasa dengan nama Prita Mulyasari dunk? Yups..kejadian yang menjadi sorotan berita dari media belakangan ini yang dimulai pada 15 Agustus 2008 saat Prita Mulyasari mengirimkan email yang berisi ketidakpuasan atas pelayanan RS OMNI International Hospital Alam Sutera Tangerang kepada 10 temannya. E-mail tersebut kemudian menyebar luas ke berbagai mailing list. Hal tersebut membuat RS OMNI International Hospital Alam Sutera Tangerang kebakaran jenggot dan mengajukan gugatan pidana dan perdata kepada Prita Mulyasari atas dasar gugatan Pasal 310dan Pasal 311 KUHP,  serta Pasal 45 jo 27 ayat (3) Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE). Prita Mulyasari juga sempat ditahan di Lapas Wanita Tangerang.

Maraknya pemberitaan tersebut membuat saya menjadi khawatir dan khawatir saja. Memang selama ini semua orang tahu bahwa kesehatan itu mahal…terlebih lagi jika kita sudah sakit. Bahkan, sampai ada buku yang berjudul “Orang Miskin Tidak Boleh Sakit” (hmmm…full nya lupa, tapi kurang lebih begitu judulnya). Selain itu, Direktur Pelayanan Kesehatan PT CMP-RD Pindad juga membuat artikel dengan judul “Orang Miskin tak boleh Sakit“. Masih banyak pula artikel-artikel dengan tema yang sama. Semakin menegaskan saja bahwa memang kita harus menjaga kesehatan dengan cara yang kreatif,,,pokoknya try to stay healthy, coz sakit itu menakutkan deh kalo biayanya makin lama makin jauh dari kata reasonable.

Hmmm,,,sudah khawatir karena biaya kalo sakit mahal, sekarang makin khawatir karena pemberitaan mengenai Prita Mulyasari. C’mon, masa sih rumah sakit mahal bisa melakukan hal-hal yang diluar standar. Bukannya setiap tindak medis itu sudah ada standarnya? Selain itu khan seharusnya rumah sakit sekelas RS OMNI International Hospital Alam Sutera Tangerang itu sudah menerapkan ISO saat menjalankan semua hal. Tapi, ko di pemberitaan hari ini dari yahoo.com saya melihat juga judul artikel “Bayi Prematur Jadi Buta, Keluarga Laporkan RS Omni ke Polisi“? Hah?! Makin terbengong-bengong lah saya membacanya. Apalagi saat ini usia kandungan saya sudah 6 bulan mendekati 7 bulan…udah mau lahiran dunk, khan khawatir kalo pelayanan rumah sakit ga jelas. Well, saya ga men-judge rumah sakit apa atau mana parah semua ya, tapi memang khawatir aja.

Sekarang saya hanya bisa berdoa, “Tuhan, tolong lindungi saya dan bayi yang saya kandung. Sehatkan saya dan bayi saya dari mulai dalam kandungan hingga saat melahirkan dan seterusnya, amin.”

Positive Thinking

Jika membaca judul di atas mungkin banyak orang yang bilang, “Duh, itu judul basi banget yah? Khan udah banyak yang membahas tentang hal tersebut!” Tapi, saya memilih judul tersebut karena saya memang ingin menuliskannya. Bukankah suatu hal dapat dilihat dari berbagai sisi?

Yang pasti, saya melihat tulisan “POSITIVE THINKING” tersebut di tulisan belakang sebuah truk saat saya dalam perjalanan dari Jakarta menuju Bandung menggunakan travel. Sungguh saya sempat terkejut dengan tulisan tersebut karena merupakan pertama kali saya melihat tulisan di belakang truk yang hmmm,,,menurut saya cukup jelas dan bernada positif. Bukankah biasanya tulisan-tulisan yang ada di belakang truk isinya aneh-aneh atau nyeleneh seperti “tabah menanti”, “mbok bae”, “ku tunggu jandamu”, “sekarang bayar besok gratis”, “thonk he love –> yg maksudnya tonk khilaf”, atau tulisan-tulisan lain yang ga jelas. Nah, sekalinya saya melihat tulisan “positive thinking” tersebut, saya pun tersenyum karena walaupun mungkin dimulai dari satu orang tapi akan ada hal-hal positif lain yang dapat kita temui.

OK, next thing about positive thinking. Today there’s something that is bothered my mind. Well, actually it can be different views to others about that thing…whether it is some little or big thing that cannot annoy my mind or not. But whatever it is, still it has made me gloomy for a while. As some little while goes by, I try to look around and try to erase my negative mind. Saya lalu teringat perkataan sahabat-sahabat saya yaitu,

“Jika kamu tersenyum saat kamu bahagia maka semua orang pun bisa melakukannya. Tapi jika kamu tersenyum saat kamu sedih atau saat kamu merasa down maka that’s my girl!”

Well, berarti saya harus berusaha untuk positive thinking. Bukankah itu salah satu cara kita untuk bersyukur kepada Tuhan? :)

Semogahariiniindah ^_^

Angka Romawi

Beberapa hari ini lagi berkutat dengan mid test HKI (Hak atas Kekayaan Intelektual)…maklum harus dikumpul hari ini sebelum jam 5 tapi belum semua selesai pengerjaannya. So, tik..tak..tik..di depan komputer deh. Klik…klak..klik juga dengan mousenya. Lumayan cape juga mata liat komputer sementara ga pake kacamata, maklum kacamatanya masih error tapi belum sempat aja ke optik untuk ngebenerin.

So, ditengah peluh yang sedikit-sedikit sudah berjatuhan dari kening dan badan (huaaaaa,,,,Jakarta sedang panas banget ya hari ini? Padahal hujan lhooo…), semangat masih harus dipertahankan duooonnkk. Pokoknya nilai-nilai semester ini harus bagus supaya ga harus ngulang. Khan ingin cepet-cepet lulus nih sebelum lahiran,,,hehehe (doakan yaaaaa teman-teman dan kakak-kakak yang baik).

Sedang asyik dengan pengerjaan mid test tersebut, tiba-tiba hp saia berdering. Hmmm,,,saia celingukan karena lupa dimana menaruh hp tersebut sementara suara hp tersebut cukup kecil. Setelah mencoba mendengar dengan baik, ternyata hp tersebut ada dibawah bantal di tempat tidur (hihihihi,,,maklum Love lagi pelatihan luar jadi kalo tidur saia menaruh hp di bawah bantal supaya kalo Love telp langsung bisa diangkat).

Saat saia hendak mengangkat telp tersebut saia melihat dulu siapa yang menelpon…mama yang menelpon. Kirain ada apa gitu, karena pagi tadi khan mama sudah menelpon mengingatkan untuk makan dan minum susu. Ternyata, mama hendak menanyakan mengenai pembacaan angka romawi.

Sempat bingung juga ditanya mama angka romawi XL itu berapa. Hmmmppp…seingat saia angka romawi itu X dan I aja deh…emang masih ada ya yang lain? Saia pun langsung googling dan menemukannya di salah satu web yang saia kunjungi. Untuk teman-teman dan kakak-kakak yang tidak tahu atau mungkin lupa silahkan melihat ini:

Harus hafal ini dulu.
I=1
V=5
X=10
L=50
C=100
D=500
M=1000
Untuk 5000 huruf Vnya ada garis diatasnya
dan 10.000 huruf Xnya ada garis diatasnya dan seterusnya

kemudian ada susunan urutan
di sebelah kiri (bila kalah besar) maka artinya minus.
di sebelah kanan maka artinya plus

maksudnya begini: I=1 V=5
bila I ditulis dikiri V maka artinya 5 minus 1 = 4 (IV) –>max1
bila I ditulis dikanan V maka artinya 5 plus 1 = 6 (VI)–>max3

ada huruf maximum penulisan yaitu 3.
jadi I=1 II=2 III=3 kalau empat maka V kurang 1 (IV)

Contoh lain
18=XVIII
19=IXX
20=XX
21=XXI
48=XLVIII.

Nah, kurang lebih begitu. Jadi, sekalian sharing ilmu aja yaaaaa…coz saia juga baru diingatkan karena telpon mama tersebut.

Segini dulu ya, harus kembali menyelesaikan bahan mid test lagi nih. Paper, here I come again :)

Semogahariiniindah ^_^

Writing a Book?!

Hari ini lagi stay at home aja, coz maunya refreshing ke luar tapi harus jaga rumah berhubung mama, papa, dan adik-adik lagi keluar kota. Terus…Love juga sedang ada pelatihan bareng Konsorsium Pembaharuan Agraria (KPA), Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI), and Lembaga Bantuan Hukum Bandung (LBH Bandung)…yang disponsori oleh lembaga apa gitu dari European Union something gitu. Jadi, saia browsing and chatting aja deh di depan laptop.

Memang harus membereskan thesis sih…yang berkutat dengan topik bahasan mengenai National Single Window di Indonesia. [psssst, kalo da yang punya info tentang hal itu mohon disharing ke saia ya...terima kasih]. Terus juga lagi harus membereskan jawaban untuk mid test HKI yang harus dikumpulan hari senin depan.

Setelah agak pusing berkutat dengan huruf-huruf dalam artikel yang harus saia baca untuk bahan thesis dan mid test tersebut, saia pun membuka YM. Ternyata ada teman kampus saia yang sedang online. Maka mengobrollah kami. Setelah obrolan yang cukup panjang kali lebar sama dengan luas, kami sampai pada bahasan mengenai berat badan (maklum namanya juga wanita, seringkali ke situ khan bahasannya…hehehe).

Teman saia itu menanyakan mengapa di usia kandungan saia yang sudah 4 bulan tapi belum terlihat. Malah kata dia saya terlihat kurusan. Terus usul punya usul dia malah mencetuskan ide membuat buku mengenai “Cara Menjaga Badan Tetap Langsing Saat Hamil dan Pasca Melahirkan”. Katanya lumayan khan uang royaltinya bwat beli susu baby, baju, celana dan sepatu baby, plus persiapan tabungan untuk biaya sekolah baby.

So, any other suggestions? Atau teman-teman dan kakak-kakak juga setuju agar saia membuat buku tersebut? ^_^